Selama ini, saya melihat banyak orang yang menganggap remeh persahabatan.
Bahkan dengan begitu banyaknya untaian cerita indah yang bertemakan persahabatan, orang-orang mjasih bisa dibilang skeptis terhadapnya.
Memangnya sebenarnya, apa salah dari si 'persahabatan'?
Mungkin kata tersebut akan sangat klise jika diucapkan--apalagi diperjuangkan--didunia ini, namun apakah makna yang diberikannya juga merupakan klise? Saya kira tidak begitu.
Coba anda bayangkan, ketika anda SD, saat-saat dimana apa yang anda pikirkan adalah main bersama banyak orang. Apakah saat itu terpikir, atau bahkan terlintas dikepala anda mengenai teman mana yang akan berkhianat atau teman mana yang akan anda musuhi?
Lalu ketika SMP, ketika masa-masa puber melanda dan satu-per-satu teman anda jatuh cinta. Apakah anda akan menjauhinya karenanya?
Dan ketika SMA, saat kebersamaan diantara anda semakin kuat, saat muncul beberapa pikiran skeptis dan apatis terhadap persahabatan...Apakah anda pernah terpikir untuk memiliki persahabtaan yang murni, tanpa pamrih?
Beberapa orang mengatakan bahwa konsep 'persahabatan' bagi perempuan dan laki-laki itu berbeda. Berhubung dengan usia saya yang masih seumuran anak SMA, maka saya hanya mampu mengumpulkan beberapa data sebagai berikut:
- Anak perempuan menuduh bahwa anak laki-laki tidak mengerti persahabatan. Yang mereka mengerti hanyalah bagaimana tertawa bersama, membicarakan tentang game bersama, dan kumpul bareng hanya untuk gila-gilaan. Dimata mereka, hubungan seperti itu hanya akan bertahan sebentar, dan ketika kelas mereka diacak atau dipindahkan, maka tidak akan mungkin lagi bagi mereka untuk berinteraksi selayaknya dulu.
- Anak laki-laki, dilain pihak, mengatakan bahwa justru anak perempuan-lah yang tidak mengerti persahabatan. Mereka terlihat akrab didepan, klop satu sama lain, namun dibelakangnya saling menusuk. Apalagi kalau sudah membicarakan cinta, perempuan akan menjadi makhluk agresif mengerikan yang akan segera mengesampingkan their so called 'persahabatan' right away tanpa pikir panjang
Kalau sudah seperti itu, maka menurut anda mana yang benar?
Kedua-duanya salah. Dan kedua-duanya benar.
Maksud dari perkataan saya adalah, memang benar anak laki-laki terkadang hanya membicarakan game melulu, dan setelah pindah kelas, mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman barunya. Namun apakah itu salah? Tidak.
Meskipun mereka tampak tidak menghargai persahabatan dimata perempuan, namun sebenarnya anak lelaki erkadang memiliki sesuatu yang biasanya pudar saat masa-masa remaja melanda: ketulusan.
Mereka berteman 100% tanpa alasan (kecuali beberapa grup orang yang memang biadab), dan kemurnian perasaan ini, meskipun menjadikan mereka terlihat sebagai 'teman' saja, namun sebenarnya bertahan jauh lebih lama daripada yang pernah kita pikirkan. Mereka mencari teman baru, namun menjaga yang lama, sehingga mereka memiliki teman yang banyak, dan tidak terbatas.
Dilain pihak, perkataan lelaki memang ada benarnya juga. Perempuan seringkali memperjuangkan cinta seolah-olah itu adalah hal terakhir yang perlu dicicipi manusia dimuka bumi ini. Mereka akan terlihat sangat menghargai persahabatan, kemana-mana bersama, dan bertengkar karena hal-hal sepele. Namun kita bisa melihat sisi positifnya: mana ada, sih persahabatan sejati yang selalu 'tenang'?
Persahabatan yang sejati itu selalu dibumbui dengan pertengkaran, namun berapa kalipun hubungan itu retak, dengan ajaibnya bisa selalu terhubung kembali. Itulah yang penting.
Salah seorang teman saya mengatakan bahwa bersahabat dekat dengan seseorang hanya akan membuatnya terasa 'jauh'. Ketika saya memikirkan hal ini, memang betul juga, sebab bagaimanapun juga orang yang kita klaim sebagai sahabat pasti akan memiliki teman-teman baru, dan mungkin kita akan merasa porsi dia untuk kita 'sedikit' berkurang.
Itulah yang menyebabkan kita seringkali merasa 'kesepian', 'tidak dibutuhkan lagi', atau 'ditinggalkan' ketika sahabat dekat kita terasa menjauh.
Orang-orang kebanyakan justru akan mengambil tindakan evasive, yaitu dengan cara ikut menjauh. Biasanya si sahabat akan terheran-heran dan kembali mendekati orang-orang tersebut, berusaha memperbaiki hubungan mereka yang renggang; ini adalah hal yang wajar terjadi.
Saya tidak tahu pasti definisi dari sahabat itu apa, dan saya juga tidak berani dengan seenaknya mengklasifikasikan si A sebagai teman saya atau si B sebagai sahabat saya.
Namun saya cukup merasa bahwa puisi saya yang ada dibawah (cek old entry) bisa mewakilinya sedikit, sebab
Persahabatan bukanlah janjian main game online bareng,
persahabatan bukanlah makan di kantin bersama,
Persahabatan bukanlah curhat berjam-jam.
Persahabatan bukanlah pergi ke mall tiap minggu.
Persahabatan bukanlah smsan sampe pulsa tekor.
Persahabatan bukanlah dibayarin dan membayari.
Persahabatan bukanlah bhagia saat melihat teman bahagia........
Namun...persahabatan adalah sesuatu yang membuat kita melakukan hal-hal diatas...Saya tidak tahu yang mana diantara teman-teman saya yang bisa saya sebut sebagai sahabat, sebab menurut saya, sangatlah tidak adil kalau saya menyatakan mereka sebagai sahabat saya sementara mereka tidak berpikir seperti itu. Namun,...
ada satu hal yang saya percayai. Bahwa
Walau berpisah diwaktu muda
Walau tak terlihat didepan mata
Tetapi persahabatan itu tetap ada
Tak perduli apa kata kita
As long as we believe that our acquaintances are our bestest friends, I'm sure they'll be one.